Uncategorized

ASIKnya BERWISATA KE BUKIT LAWANG

ASIKnya BERWISATA KE BUKIT LAWANG

 

PROFIL SINGKAT tentang BUKIT LAWANG

BUKIT LAWANG artinya ” PINTU ke BUKIT adalah sebuah nama desa kecil tempat/objek wisata air sungai penggunungan yang jernih dengan alam yang alami dan merupakan daerah konservasi terhadap mawas orang utan yang berada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 90 km di sebelah barat laut kota Medan, sebagian besar penduduknya bersuku Melayu dengan mata pencarian berdagang dan bertani. Jarak tempuh dari Kota Medan memakan waktu kurang lebih 3 Jam baik dengan kenderaan roda 4 ataupun roda 2. BUKIT LAWANG berada dalam lingkup kawasan Hutan Lindung Taman Gunung Leuser yang merupakan bagian dari Penggunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau SUMATERA.

BUKIT LAWANG adalah merupakan salah satu tempat terbaik di dunia bagi pencinta hewan primata langkah dan hampir punah si Orangutan. Bukit lawang yang merupakan pintu gerbang ke dalam hutan Sumatera yang legendaris yang memiliki medan licin dan lereng curam serta berlumpur, dengan alam yang indah menjadi tempat pusat Rehabilitasi Orangutan. Pusat Rehabilitasi Orangutan ini berdiri sejak tahun 1973 dan hingga kini telah menarik pengunjung dari seluruh dunia untuk melihat sekilas makhluk primata langkah ini.
Pada tahun 2003 tepatnya tanggal 2 Nopember terjadilah musibah banjir bandang yang membawaq ribuan  kayu hasil pembalakan liar dan menghantam ratusan rumah penduduk atau penginapan yang ada dipinggiran arus sungai di BUKIT LAWANG. Banjir Bandang yang terjadi menimbulkan trauma dramatis pada penduduk setempat yang selamat dan menghancurkan infrastruktur serta  memakan korban kurang lebih 300 jiwa diakibatkan pembalakan hutan secara liar di Taman Gunung Leuser  yang  Akibatnya hampir 2 tahun wisata BUKIT LAWANG ini sepi pengunjung baik itu lokal maupun dari luar.

PERJALANAN MENUJU OBJEK WISATA ALAM BUKIT LAWANG

BUKIT LAWANG adalah salah satu objek wisata alam yang wajib dikunjungi di Provinsi Sumatera Utara, untuk melepaskan beban pekerjaan dan melepaskan diri dari aroma penatnya kota. Pada hari- hari libur seperti hari minggu atau libur hari – hari besar  banyak wisatawan lokal maupun luar berkunjung ke tempat ini menikmati udara pegunungan yang segar, bermain air sungai yang mengalir jernih dari Gunung Leuser, serta menikmati petualangan di dalam hutan untuk mencari keberadaan Orang Utan. Daya tarik dari Bukit Lawang inilah yang membuat banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara, untuk melihat langsung keberadaan lebih 35.000 Orang Utan, dan spesies lain seperti monyet, harimau, babi hutan, burung, yang hidup liar di dalam hutan yang seluas 2 juta hektar lebih.

Pada hari libur saya berkesempatan mengunjungi tempat ini, perjalanan menuju objek wisata bukit lawang saya coba dengan menggunakan jasa angkutan umum dimana titik keberangkatan dimulai dari Terminal Pinang Baris Kota Medan, ibukotanya Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan angkutan umum/minibus L300/Pembangunan Semesta dengan rute Terminal Pinang Baris – Binjai – Bukit Lawangdengan tarif angkutan umum Rp.15.000,-/orang. , kondisi angkutan umum yang tersedia kurang nyaman.  Perjalanan menuju Bukit Lawang, enaknya kita mulai di pagi hari, jam 7 pagi berangkat dari Terminal Pinang Baris, kita akan melalui jalan dengan lalulintas yang cukup ramai hingga di kota Binjai. Dari Terminal Pinang Baris Kota Medan – Kota Binjai – , kurang lebih memakan waktu 45 menit perjalanan. Dari Kota Binjai – Bukit Lawang jarak tempuh 2 jam. Jika berangkat dari Kota Medan (Terminal Pinang Baris) Jam 7.00 Wib pagi hari berarti kurang lebih jam 10 .Wib sudah sampai di Terminal Umum Bukit Lawang. Dari Terminal Bus Bukit Lawang ini dilanjutkan dengan menaiki betor (Becak Bermotor) dengan tarif Rp.10.000,- sekitaran 10 menit kemudian kita sudah sampai di Pintu masuk wisata BUKIT LAWANG.

Kemudian berjalan menelusuri kedai – kedai jualan aksesoris dan makanan, sehingga menemukan suatu kedai makanan yang dirasa pas. Beli nasi bungkus lebih baik menurut saya karena lebih asyik makan dipinggiran sungai dengan air yang jernih sambil kaki direndam ke sungai dengan menikmati suasana keramaian. Ingatt…jagalah kebersihan, sehabis makan jangan bungkusnya dibuang ke sungai, itu namanya pencemaran. Dibuang dong.. ke tong sampah, banyak tong – tong sampah di sekitar pinggiran sunggai.  Setelah selesai urusan lambung, saya pun mencari penginapan, harga penginapan disini bervariasi mulai dari Rp. 80.000,- hingga Rp.300.000,- tinggal pilih sesuai dengan budget

HAL-HAL YANG ASYIK DI LAKUKAN SAAT BERWISATA KE BUKIT LAWANG

Cukup melelahkan memang perjalanan wisata ke Bukit Lawang ini jika menggunakan angkutan umum, namun pasti akan teroba

ti begitu kita sampai di Wisata Alam Bukit Lawang karena kita akan langsung disungguh aliran sungai yang jernih dan kera

maian pengunjung. Setelah beristirahat sebentar di penginapan, langsung lanjud dengan kegiatan yang mengasyikkan, seperti :

 

  1.  Mandi – mandi sepuasnya di air sungai yang jernih 

Saya menelusuri jalan yang mengikuti pinggiran sungai untuk melihat dan memilih tempat untuk mandi – mandi di air sungai yang mengalir dari Gunung Leuser ini. Setelah menemukan tempat yang pas, kejernihan dan kesejukan air sungai ini , langsung saya nikmati, mandi – mandi disini sangatlah asyik. Jika angin berhembus kencang, kita dapat menyaksikan daun – daun berguguran dari pohon-pohon yang mendulang di perbukitan.

  1.  Memberi makan orang hutan

Setelah puas – puas mandi di air sungai , lanjut dengan memberi makan Orang Utan, (sehari bisa dilakukan pada dua kali yaitu jam 10 pagi dan 4 sore). Lokasi pemberian makannya orang utan ini tidak begitu jauh jika ditempuh dengan jalan kaki dari pinggiran sungai.

 

  1.   Menikmati Kuliner 

Sebagian besar penginapan memiliki restoran, sehingga bisa meminta pemilik penginapan untuk menyediakan makanan. Sepanjang sungai, ada beberapa kafe kecil. Anda bisa menikmati salad buah, nasi goreng dan makanan ringan.

  1.  Tracking di siang hari atau dimalam hari

Treking di malam hari adalah favorit para pengunjung di wisata alam bukit lawang, kebanyakan pengunjung memilih perjalanan dua hari untuk dapat memiliki kesempatan melihat orangutan dan satwa liar lainnya di habitat alami mereka. Petualangan ini berbahaya bagi wisatawan yang sendirian melakukan treking di hutan sehingga setiap perjalanan harus dibimbing oleh seorang pemandu yang berpengalaman.

Pastikan Anda memberitahu pemandu jika ingin melihat tanaman atau hewan tertentu. Harga untuk perjalanan treking termasuk makanan dasar, biaya pemandu, izin dan peralatan berkemah. Pastikan Anda juga meminta pemandu Anda untuk mengunjungi gua kelelawar.

Perjalanan treking menelusuri hutan malam hari ini, membutuhkah stamina fisik yang fit. Jika kondisi fisik kurang fit lebih baik melakukan treking selama beberapa jam dilakukan di siang hari. Anda dapat meminta pemandu untuk membawa Anda dalam perjalanan selama beberapa jam. Ada juga sejumlah perjalanan singkat sekitar Bukit Lawang yang tidak memerlukan pemandu atau izin.

Kemudian pada titik yang sudah disepakati, pulang jangan lagi berjalan kaki tetapi rasakan arus Sungai Bohorok dengan menggunakan perahu karet. Kegiatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan pemadu berpengalaman karena arus di sini sangat kuat.

Maka, jika Anda berencana untuk berkunjung ke Sumatera Utara, masukan objek wisata alam Bukit Lawang menjadi salah satu tujuan wisata Anda di Sumuatera Utara. Karena pengalaman trekking di tengah hutan sambil mencari keberadaan Orang Utan akan sulit Anda temukan di daerah lainnya selain di Bukit Lawang. Dan menakjubkan. menjelajahi hutan di sini adalah petualangan yang menkjubkan. Perjalanan melalui hutan yang rimbun akan mendebarkan dan Anda akan masuk dalam dunia baru.

Asiknya ber wisata ke Bukit Lawang, semoga dapat menambah referensi bagi Anda  dalam menyusun rencana kegiatan jika  ingin menikmati hari libur di wisata alam BUKIT LAWANG.

Sumber : http://duniakugo.blogspot.co.id

 

5 Kopi Khas Dari Sumatera Utara Yang Melegenda

PariwisataSUMUT.net – Kopi di Sumatera Utara telah melegenda dan menembus hingga pasar internasional. Berbagai jenis kopi ini bahkan menjadi identitas bagi beberapa daerah di Sumut. Untuk menikmati kopi-kopi tersebut tidaklah terlalu sulit. Minuman kopi di Medan hampir dapat ditemukan di seluruh kedai kopi, cafe maupun restaurant. Tak perlu khawatir bila anda tinggal di luar daerah Sumut. Anda tetap dapat menikmatinya dengan memanfaatkan online shop yang menjual jenis-jenis kopi dari Sumut sesuai keinginan anda. Berikut 5 Kopi Sumatera Utara Yang Melegenda

Kopi Sidikalang
Sidikalang Coffee, tak hanya warga Indonesia namun hingga saat ini Kopi Sidikalang masih menjadi favorit penikmat minuman kopi mancanegara. Melalui proses tradisional, kenikmatan Kopi Sidikalang memang jelas berbeda dari kopi-kopi lainnya. Kandungan kafein yang ada di Kopi Sidikalang mampu membuat peminumnya tahan begadang satu harian. Karena pamor tersebut juga maka Sidikalang yang merupakan ibukota dari Kabupaten Dairi disebut Kota Kopi.
Kopi Sipirok
Sipirok, kota kecil di Tapanuli Tengah. Selain terkenal dengan beberapa objek wisata di sekitarnya, Kopi Sipirok adalah minuman yang harus anda coba. Menurut penuturan penikmati kopi, Kopi Sipirok bukanlah kopi biasa, kandungannya yang jauh dari asam. Kopi Sipirok semakin digilai karena kenikmatannya, oleh karena itu pula kopi luwak Sipirok disebut sebagai the world’s finest unwashed arabica
Kopi Mandailing
Tak hanya nikmat, Kopi Mandailing memang memiliki ciri khas baik pada aroma maupun cita rasanya. kopi arabica luwak yang berasal dari Kabupaten Mandailing ini digemari oleh para penikmatnya yang tak hanya berasal dari Sumatera Utara saja. Lain lagi dengan salah satu kopi dari Mandailing, terkenal sebagai kota Salak, Madina juga punya kopi unik terbuat dari biji buah Salak. Penyajian Kopi Mandailing yang paling unik adalah Kopi Takar, menggunakan batok kelapa sebagai wadah dari minuman khas Mandailing ini.
Kopi Tarutung
Kopi dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini sudah diakui sebagai kopi kualitas terbaik di dunia berdasarkan penilaian pada proses pemetikan, penjemuran dan juga pengolahan yang sangat detil sehingga menghasilkan kopi bermutu tinggi. Kenikmatan Kopi Tarutung baik Kopi Luwak maupun Kopi Ateng juga benar-benar menggoda,
Kopi Lintong
Lintong Ni Huta adalah nama sebuah daerah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Karena berasal dari sana, maka Kopi Silintong menjadi identitas dari kopi arabica yang satu ini. Kualitas Kopi Lintong sudah sangat terkenal hingga ke mata dunia dan menjadi trade mark pasaran internasional dengan nama Sumatra Linthong Arabica Coffee, sehingga banyak digilai oleh para penikmat kopi. Pada umunya para petani menanam kopi berjenis Arabica.
Tak hanya minuman, berbagai jenis kuliner Sumatera Utara akan sangat baik bila anda coba. Sebagai refrensi sila baca artikel: Kuliner Khas Sumatera Utara. Salam Peduli Pariwisata Sumut.
Sumber : PariwisataSUMUT.net

Tujuan Wisata Di Medan Dan Sumatera Utara Yang Sering Dikunjungi

SUARAMEDANNEWS.com –  Tujuan Wisata Di Medan Dan Sumatera Utara Yang Sering Dikunjungi masyarakat lokal, Nasional maupun Internasional di KOta Medan dan Sumatera Utara akan dipaparkan dan disajikan. Keindahan kota Medan dengan beberapa tempat yang sering dikunjungi seperti Istan Maimun, Mesjid Raya, Museum Galery Rahmadsyah, Taman Budaya, dan masih banyak yang lainnya, maupun keindahan alam Sumatera Utara, sudah tentu tidak diragukan lagi, bagi para wisatawan yang sudah pernah mengunjungi wisata alam di Sumut. Nah kali ini kita akan jalan-jalan keliling obyek wisata di Medan dan Sumatera Utara.

Tempat wisata di Medan Sumatera Utara apa saja kah? Berikut ulasannya.

1. Tangkahan

Tangkahan karena keindahannya terkenal sebagai surga tersembunyi di Leuser. Terletak di Desa Namo Sialang, Batang Serangan Langkat Sumatera Utara dengan luas sekitar 17.000 hektar. Keberadaan Patroli Partisipatif menggunakan gajah, menjadikan Tangkahan sebagai tujuan wisata yang digemari oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Antara tahun 1980 sampai 1990-an, masyarakat di sekitar Tangkahan dulunya giat membalak kayu hutan yang berasal dari Taman Nasional Gunung Leuser. Namun seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat kemudian sadar akan kerusakan dan kesalahan yang telah mereka lakukan. Atas kesepakatan bersama masyarakat di Tangkahan kemudian memutuskan untuk menghentikan pembalakan kayu ilegal dari dalam kawasan Leuser dan mengembangkan kawasan ekowisata Tangkahan. Pada tahun 2001, masyarakat Tangkahan berkumpul dan menyepakati peraturan desa yang melarang segala aktivitas ilegal dan mendirikan Lembaga Pariwisata Tangkahan.

 

Fasilitas di Tangkahan meliputi sarana penginapan Bamboo River Lodge, memiliki enam kamar double dilengkapi dengan kamar mandi. Tarif berkisar antara Rp. 75.000 sampai dengan Rp. 100.000 per malam. Adapula penginapan lain dengan harga mulai dari Rp. 15.000 sampai dengan Rp. 150.000 per malam. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah visitor centre, camping ground, dan warung makan tradisional milik masyarakat setempat. Para pemuda lokal banyak yang bekerja sebagai pemandu di lokasi wisata Tangkahan. Mereka tergabung dalam suatu wadah yang disebut Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT).

2. Taman Nasional Gunung Leuser

wisata-sumatera-utara-taman-nasional-gunung-leuserJika Anda sudah khatam dengan taman nasional gunung di Pulau Jawa, mungkin saatnya Anda menjajaki Pulau Sumatera. Salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Leuser ini. Di sini, Anda bisa menikmati wisata alam khas Sumatera Utara dengan mendaki gunung atau sekedar trekking atau lintas alam. Kawasan taman nasional ini melintasi dua provinsi, yakni provinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam. Pemandangan alam yang indah dan menyejukkan hati ini semakin lengkap dengan berbagai jenis flora serta fauna yang menjadikan Taman Nasional Gunung Leuser sebagai habitatnya.

3. Salju Panas Dolok Tinggi Raja

wisata-sumatera-utara-salju-panas-dolok-tinggi-rajaIni merupakan sebuah obyek wisata di Sumatera Utara, tepatnya di desa Dolok Tinggi Raja yang sangat menarik. Jika biasanya salju memiliki suhu yang dingin, lain halnya dengan di Sumatera Utara yang memiliki salju panas. Kok bisa? Sebenarnya ‘salju’ ini adalah tanah pada kawasan Salju Panas Dolok Tinggi Raja yang bewarna putih, sehngga seperti salju. Selain kawasan bertanah putih ini, Anda juga dapat menjumpai sebuah danau air panas yang memiliki warna biru kehijau-hijauan di sini. Maka itu, tempat ini dinamakan salju panas. Namun ternyata, obyek wisata ini belum terlalu terkenal dan masih memiliki sistem wisata yang buruk. Hati-hati terhadap warga sekitar sana yang kerap meminta sejumlah uang.

4. Bukit Lawang

Bukit Lawang
Bukit Lawang

Bukit Lawang lokasi wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik penduduk lokal maupun luar negeri. Jika menempuh perjalanan dari Kota Medan, kita akan menghabiskan waktu selama 3 jam untuk sampai ke sini. Tempat wisata yang satu ini sangat cocok bagi anda yang suka menjelajah hutan serta melihat kehidupan satwa liar secara langsung. Bukit Lawang merupakan sejenis hutan tropis yang ada di pintu masuk Taman Nasional Gunung Leuser. Aktivitas lain yang bisa dilakukan ketika berada di Bukit Lawang dalah trekking dan rafting. Alamat : Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat.

Sumber : SUARAMEDANNEWS.com

 

Objek Wisata Kincir Angin Ala Belanda Hadir di Kota Ini

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kincir angin terbesar dan mirip dengan aslinya di negara Belanda kini ada dikota Medan, Sumatera Utara. Lokasi ini menjadi objek wisata baru bagi warga di kota Medan.

Kincir angin tersebut berada di komplek perumahan mewah Merci Barn yang berada di Jalan Karya Jaya, Medan, Sumut.

Perumahan yang mengambil konsep ala Belanda dan kincir angin yang dibangun disini, sama persis ukuran dan materialnya dengan kincir angin di Belanda.

Didalam bangunan kincir angin para pengunjung juga dapat melihat sejumlah pajangan foto-foto tentang negara Belanda, sehingga pengunjung yang datang bisa menambah wawasannya tentang negara seribu kincir angin.

Selain itu, juga ada peternakan sapi yang dibuat tidak jauh dari lokasi kincir angin, agar dapat memanjakan para pengunjung yang datang ke tempat ini.

Seorang pengunjung Eldina mengatakan dulu belum ada kincir anginnya, masih hanya Merci Barnnya saja, namun setelah di Instagram pada booming, saya penasaran ingin melihat kesini.

“Bagus banget si idenya untuk membangun ini di Medan, bangga punya ikon kincir angin ini dan di bangunnya Medan,”kata Eldina, Selasa (16/5/2017).

“Saya jarang kemari, tapi karena di Instagram sudah banyak pada ambil gambar kemari, jadi saya pengin kesini juga,”tambahnya.

Eldina mengatakan masuk kemari Merci Barn ini tidak bayar alias free, makanya memutuskan masuk saja karena penasaran ingin melihat kincir angin.

(cr9/tribun-medan.com) 

Hotel Kanasha Mengusung Konsep Islami dan Smart Stays

Hotel Kanasha Mengusung Konsep Islami dan Smart Stays

Berada di pusat kota Medan dan dekat dengan pusat bisnis tentunya. Hanya berjarak 0,35 km dari Mesjid Raya Al Mashun, salah satu icon sejarah perkembangan Islam di Kota Medan dan sangat dikenal wisatawan dalam dan luar negari. Lokasi strategis ini tentu sangat memudahkan para traveller bisnis, keluarga maupun kepentingan lainnya untuk mendapatkan akses terdekat dalam melakukan aktivitasnya selama di Medan.

Hotel Kanasha baru saja membuka layanan kepada masyarakat sejak bulan Februari 2017. Mengusung konsep Islami yang sangat cocok dan aman bagi para suami yang melakukan perjalanan dinas ke kota Medan, dan tentu saja membuat istri merasa tenang ketika ditinggal dirumah. Disisi lain, semua fasilitasnya tentu masih baru dan layak untuk dicoba.

Beberapa konsep Islami yang diusung seperti kloset dikamar mandi tidak mengarah ke kiblat, perlengkapan sajadah tersedia disetiap kamar hotel dan pasangan harus muhrim. Lebih asyiknya lagi, lokasinya hanya 1 km dari pasar sentral dan 1 km dari pasar ikan lama, tentu akan sangat memudahkan bagi yang suka belanja atau para saudagar yang datang dari luar kota. Letaknya di jalan Dolok Sanggul No. 8, tepat berada dibelakang Hotel Garuda Plaza yang telah lama berdiri di jalan S.M Raja, merupakan salah satu jalan utama di Medan serta akses jalan dari dan ke kota lainnya di Sumatera Utara, seperti Bandara Kualanamu, Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, P. Siantar, Kisaran, Parapat dan lain – lain.

Mengusung Smart Stay dengan menyediakan layanan internet access 24 jam dalam mempermudah kepentingan bisnis maupun komunikasi. Lokasi yang sangat strategis, hanya berjarak 0,5 km dari Istana Maimoon, ditengan kota yang sangat memudahkan untuk menjangkau sarana transportasi dan pusat perbelanjaan.

Walaupun bukan hotel besar, untuk memanjakan pengguna jasa, Hotel Kanasha menyediakan lift, sehingga tidak menyulitkan tamu untuk naik turun tangga. Ada 38 kamar, tersedia dari kamar Deluxe dan Premier. Hanya dimulai Rp. 325.000 dengan fasilitas full AC, TV kabel, kamar mandi shower air panas dan dingin.

Sumber : petrusloo.com