Artikel

Istana Maimun Medan, Megahnya Era Kejayaan Kesultanan Deli

Istana Maimun Medan, Megahnya Era Kejayaan Kesultanan Deli

Oleh

Istana Maimun Medan adalah sebuah warisan peninggalan dari Kesultanan Deli di tanah Sumatera. Bangunan istana ini juga merupakan ikon wisata Medan sekaligus ikon kota metropolitan terbesar ke-3 di Indonesia. Hingga saat ini, Istana Maimun masih dianggap sebagai istana termegah dan tercantik yang pernah dibangun serta masih dapat dilihat di Indonesia.

Lengkap dengan legenda meriam Puntung (meriam buntung) yang konon adalah jelmaan dari adik seorang puteri berparas cantik jelita, mengunjungi objek wisata Istana Maimun di Medan akan membawa Anda menuju kenangan kejayaan Kesultanan Deli di masa lampau.

Istana Maimun Medan terletak di Jalan Brigadir Katamso, Kelurahan Sukaraja, Medan. Sekilas tinjauan tentang sejarah Kesultanan Deli, pada awalnya pusat kerajaan berada di Labuhan Deli. Pada waktu itu, Deli memiliki hasil perkebunan tembakau yang diakui oleh dunia. Tembakau Deli di ekspor hingga ke Eropa. Karena ekspor ini, Kesultanan Deli mengalami kemajuan pesat.

Puncaknya, kejayaan ekonomi Kesultanan Deli membawa Sultan Ma’moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah memindahkan ibukota kerajaan ke Medan. Di kota inilah istana yang kemudian hari dikenal dengan Istana Maimun tersebut dibangun. Istana ini didesain oleh seorang Belanda bernama TH. Van ETP. Kala itu, fungsi istana lebih dari sekedar sebagai pusat pemerintahan kerajaan, juga merupakan pusat budaya serta adat melayu hingga pusat dakwah agama Islam.

Sultan Deli yang menginisiasi pembangunan Istana Maimun bernama Sultan Mahmud Al-Rasyid. Dibangun mulai 26 Agustus 1888 hingga 18 Mei 1891, Istana Maimun berdiri megah dengan 30 ruangan seluas 2.772 meter persegi. Istana ini memiliki dua lantai dengan tiang batu dan kayu sebagai penopang.

Istana terbagi menjadi tiga bagian, yakni bangunan induk, bangunan sayap kanan, serta bangunan sayap kiri. Panjang istana sekitar 75,5 meter dengan ketinggian hingga 14,14 meter. Sementara luas halaman istana mencapai empat hektar. Bangunan istana menghadap arah utara dan tepat di depannya berdirilah Masjid Al-Mashun atau yang terkenal dengan nama Masjid Raya Medan.

Alamat Istana Maimun: Jln. Brigadir Katamso, Kel. Sukaraja, Kec. Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.575243,98.683805

Hal Menarik Istana Maimun Medan

Daya tarik Istana Maimun Medan tidak hanya pada usia bangunan, namun juga pada keunikan desain interiornya. Secara arsitektural, bangunan ini mengandung perpaduan berbagai unsur kebudayaan, yaitu Melayu, Islam, India, Italia, Belanda, dan Spanyol.

Bentuk jendela serta pintunya yang tinggi dan lebar merupakan pengaruh dari arsitektur Belanda, sementara beberapa pintu lainnya memperlihatkan pengaruh arsitektur Spanyol. Adanya lengkungan pada atap dengan tinggi sekitar 5-8 meter menunjukkan pengaruh Islam. Lengkungan ini mirip dengan perahu terbalik, terkenal dengan sebutan pilar lengkungan persia yang juga populer di Turki, Timur Tengah, serta India.

Bangunan istana ini memiliki 40 kamar dengan 20 kamar di lantai atas dan sisanya di lantai bawah. Selain itu juga masih ada gudang, dapur, empat kamar mandi, serta penjara. Beberapa material untuk membangun istana ini berasal dari Eropa, seperti marmer, teraso, dan ubin lantai.

Bangunan Induk atau Balairung memiliki luas 412 meter persegi. Di sinilah singgasana Kesultanan Deli berada. Anda dapat mengabadikan foto dengan latar singgasana tersebut tatkala berkunjung ke Istana Maimun Medan. Tahta singgasana didominasi warna kuning. Secara keseluruhan, bangunan Istana Maimun Medan ini memang berwarna kuning. Warna ini dianggap sebagai warna kebesaran oleh suku Melayu.

Singgasana Sultan Deli di dalam Istana Maimun via grupsengklekn3.blogspot.com

Di atas singgasana sultan itu terdapat lampu kristal bergaya Eropa yang menerangi singgasana. Singgasana ini masih digunakan hingga kini pada seremoni-seremoni khusus, misalnya penobatan sulatan atau ketika sultan menerima sembah sujud dari para anggota keluarga di perayaan hari-hari besar Islam.

Pengaruh gaya Eropa pada Istana Maimun Medan terlihat pada perabotan-perabotan, seperti meja, kursi, dan lemari. Perabotan-perabotan tua ini dibuat dengan begitu detail dan rumit. Rasa takjub terhadap kemegahan objek wisata Medan yang satu ini tidak hanya berhenti sampai di situ. Anda dapat menyaksikan hiasan pada interior istana yang penuh warna dan mendetail, menyuguhkan sebuah tatanan yang rapi dan indah.

Sebuah tempat duduk lebar dengan warna kuning terletak di ruang tengah sebelah kanan. Tempat duduk ini adalah tempat sultan serta permaisuri biasa duduk sambil bersantai. Di sepanjang dinding dan bufet, Anda dapat melihat foto anggota keluarga kerajaan terpajang di sana dan berjumlah banyak.

Di dalam Istana Maimun, Anda diperbolehkan melihat warisan Kesultanan Deli, mulai dari kursi, lemari, meja, hingga aneka koleksi lainnya. Memang ada sejumlah tempat yang tidak boleh dimasuki atau diduduki, seperti sayap kanan istana yang berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga kesultanan.

Dengan ditemani oleh seorang pemandu, Anda akan memperoleh pengetahuan tentang sejarah singkat Kesultanan Deli serta riwayat Istana Maimun Medan ini. Selain itu, di istana ini Anda juga dapat menyewa baju adat melayu beraneka warna.

Meriam Jelmaan Adik Dari Puteri Jelita

Di Istana Maimun Medan, Anda dapat menyaksikan sebuah meriam legendaris bernama meriam Puntung atau meriam buntung. Meriam ini dapat dijumpai di sisi kanan Istana Maimun, tepat berada dalam sebauh bangunan kecil khas Batak sebagai tempat penyimpanannya.

Menurut legenda, meriam ini adalah jelmaan adik dari seorang puteri cantik jelita. Saat berada di Istana Maimun Medan, Anda dapat membaca kisah legenda meriam Puntung ini dalam sebuah prasasti tepat di dekat pintu masuk.

Rumah Meriam Puntung (buntung) di Istana Maimun via suziey.com

Alkisah, Kerajaan Deli Tua diriwayatkan pernah mempunyai seorang puteri berparas cantik bernama Puteri Hijau. Puteri ini memiliki dua orang saudara laki-laki, yaitu Mambang Yasid dan Mambang Khayali. Hingga suatu waktu, puteri ini menolak pinangan dari Raja Aceh. Tidak terima akan penolakan tersebut, Raja Aceh menyerbu Kerajaan Deli Tua. Demi mempertahankan istana, adik Puteri Hijau yang bernama Mambang Khayali menjelma menjadi meriam dan menembaki pasukan Kerajaan Aceh.

Meriam jelmaan ini terus-menerus menembakkan pelurunya hingga larasnya menjadi sedemikian panas dan akhirnya terpecah menjadi dua bagian yang terpisah satu dengan lainnya. Setelah 300 tahun kemudian tatkala Kesultanan Deli dipegang oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah (1873 – 1924), meriam ini ditemukan melalui sebuah mimpi. Dalam mimpi, Sultan diberitahu bahwa sebuah bagian meriam berada dalam rumpun rambung (getah) besar di depan istana. Ketika diperiksa dan ternyata benar, Sang Sultan membangun sebuah tempat untuk menyimpan meriam tersebut di depan sebelah kanan istana.

Sementara bagian ujung meriam akhirnya ditemukan di Seberaya, masuk dalam wilayah Kab. Tanah Karo. Karena tidak terurus, oleh masyarakat kemudian penyimpanannya dipindahkan ke Sukanalu. Sebagian masyarakat lokal masih mempercayai kebenaran legenda ini dan menganggap bahwa meriam Puntung sungguh mendatangkan berkah. Inilah sebab aneka bunga ditabur di atas meriam yang tersimpan di ruangan berukuran sekitar 4×6 meter.

Legenda Meriam Puntung (buntung) via kembaragd.blogspot.com

Rute Perjalanan ke Istana Maimun

Dari Bandara Udara Internasional Kualanamu, Anda harus menempuh perjalanan sejauh sekitar 40 km untuk dapat tiba di pusat kota Medan. Tetapi jika Anda dari pelabuhan Belawan, jarak Istana Maimun ini berkisar 28 km. Letak istana yang berada di pusat kota memudahkan Anda untuk dapat tiba di sana. Tersedia berbagai angkutan umum yang dapat mengantarkan Anda ke sana, mulai dari becak, angkot, hingga taksi.

Sumber: https://initempatwisata.com/wisata-indonesia/medan/istana-maimun-medan-megahnya-era-kejayaan-kesultanan-deli/3251/

Wisata Danau Toba, Pesona Danau Vulkanik Terbesar di Dunia

Wisata Danau Toba, Pesona Danau Vulkanik Terbesar di Dunia

Daya pikat paling utama dari wisata Danau Toba di Sumatera Utara terletak pada keindahan alam nan menawan hati. Danau vulkanik terbesar di dunia ini adalah primadona wisata Sumatera Utara, menjadi salah satu dari beberapa destinasi wisata Indonesia yang paling ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, di antaranya Bali, Jakarta, Jogjakarta, dan Surabaya.

Secara administratif, kawasan Danau Toba terbentang pada tujuh kabupaten yang ada di Sumatera Utara, yakni Samosir, Toba Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tanah Karo, dan Dairi.

Hal ini disebabkan panjang danau yang mencapai hingga 100 km dengan lebar sebesar 30 km. Danau Toba memiliki kedalaman maksimal mencapai 529 meter dengan luas danau sebesar 1.130 kilometer persegi.

Secara geografis, Danau Toba berada di pegunungan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara dengan topografi wilayah yang didominasi oleh perbukitan dan pegunungan. Wilayah yang menjadi daerah tangkapan air pada kawasan wisata Danau Toba terdiri dari hutan alam, hutan rapat, hutan tanaman, hingga kebun campuran. Permukaan air danau ini berada pada ketinggian 903 meter dpl. Inilah suguhan panorama alam yang memikat saat Anda tiba di kawasan Danau Toba dengan hembusan udara yang begitu sejuk.

Panorama Danau Toba via whoareyou-iamindonesian.blogspot.com

Wisata Danau Toba

Danau Toba adalah danau hasil kegiatan vulkanik sebuah gunung tua, yakni danau yang tercipta akibat letusan super vulkanik Gunung Toba yang terjadi sekitar 69.000 hingga 77.000 tahun yang lalu. Letusan Gunung Toba tersebut ribuan kali lebih besar dari letusan gunung berapi normal dan mempengaruhi iklim dunia secara global.

Letusan Vulkanik Gunung Toba via rovicky.wordpress.com

Inilah letusan gunung berapi terbesar di Bumi yang pernah diketahui manusia dalam kurun waktu 25 juta tahun terakhir. Hasil penelitian menemukan bahwa debu hasil erupsi super vulkanik purba dari gunung tersebut tersebar hingga ke Kutub Utara dengan ditemukannya bukti-bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2.100 titik.

Namun, masyarakat lokal memiliki kisah tersendiri tentang pembentukan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ini.

Menurut legenda, danau ini berawal dari kisah keluarga siluman ikan. Ada seorang pemuda yang sedang mencari ikan dan berhasil mendapatkan seekor ikan. Namun ternyata ikan tersebut tidak seperti ikan biasanya, melainkan dapat berbicara dan merubah wujudnya menjadi seorang wanita berparas cantik dengan nama Toba. Singkat cerita, mereka pun menikah, tetapi dengan satu syarat bahwa sang pemuda tersebut tidak boleh sekalipun menyinggung tentang asal-usul sang wanita.

Dalam perjalanan pernikahan mereka, Toba akhirnya melahirkan seorang anak dan diberi nama Samosir. Anak ini gemar sekali makan. Hingga pada suatu saat, Samosir diminta oleh ibunya untuk mengantarkan makanan pada bapaknya di ladang. Tetapi di tengah jalan, Samosir memakan habis makanan tersebut. Bapak yang telah merasa kelaparan memutuskan untuk pulang ke rumah.

Salah satu sudut di Danau Toba via vendable.net

Di tengah jalan, sang bapak melihat bekas-bekas makanan yang dihabiskan sang anak tadi. Akhirnya sang bapak marah dan berkata bahwa Samosir adalah anak ikan. Seketika itu juga, hujan turun dengan derasnya dan air keluar dari dalam tanah hingga menciptakan sebuah danau yang kini disebut dengan nama Toba dan pulau yang ada di tengahnya bernama Samosir.

Pariwisata Danau Toba menyuguhkan Anda akan keajaiban alam yang menawan di Pulau Sumatera. Bersama dengan Pulau Samosir yang terletak di tengah danau, Danau Toba adalah ikon utama dari tempat wisata di Sumatera Utara yang paling terkenal. Beberapa kegiatan menarik yang paling populer dilakukan di kawasan wisata Danau Toba ini adalah berenang, berperahu layar, hingga mendaki gunung. Kesemuanya dibalut dalam hembusan udara yang sejuk dan bersih serta kaharmonisan alam yang berpadu indah.

Sisi lainnya di Danau Toba via lewuxian.com

Spot Menarik Wisata Danau Toba

Secara umum, kawasan wisata Danau Toba dapat dinikmati pada beberapa spot wisata sebagai berikut:

1. Pulau samosir

Terletak di tengah Danau Toba, Anda dapat menjumpai tempat tinggal asli masyarakat Batak Toba di pulau ini. Ada berbagai macam peninggalan kebudayaan masa lampau masyarakat Batak di Pulau Samosir, di antaranya kuburan batu dan desa tradisional selain juga desain arsitektur bangunannya yang unik.

Anda dapat pergi untuk melihat makam Raja Sidabutar yang telah berusia 500 tahun serta menyaksikan patung Sigale-Gale yang dapat menari. Salah satu wisata budaya yang menarik di Kampung Tua Huta Bolon adalah pertunjukan tarian Batak tradisional yang bernama Tari Sigale-Gale.

Tarian Batak Sigale-Gale via jadiberita.com

Menyewa kendaraan motor juga adalah salah satu opsi lain yang menarik di Pulau Samosir. Anda hanya perlu pergi ke Desa Tomok di pulau tersebut untuk mencari motor, lalu dapat berkeliling pulau untuk menikmati panorama asri yang ada di sana, dan tentu saja Anda dapat menyaksikan panorama Danau Toba dari puncak tertinggi yang ada di Pulau Samosir.

Jika ingin melihat pengadilan tradisional suku Batak, pergilah ke Ambarita untuk menyaksikan Batu Parsidangan yang berusia ratusan tahun serta tempat eksekusi mati tahanan hukum di sana.

Batu Parsidangan Batak Kuno via code4peace.blogspot.com

Beberapa tempat menarik lainnya di Pulau Samosir juga dapat Anda kunjungi, seperti Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Danau Aek Natonang terletak di Desa Tanjungan, memiliki air yang begitu jernih di tengah rerumputan hijau yang tumbuh di sekelilingnya. Dari lokasi ini, Anda dapat menyaksikan panorama alam yang indah dengan bentang perbukitan yang ditumbuhi pepohonan pinus. Seperti namanya Natonang, situasi di seputaran Aek Natonang ini terasa tenang dan alami.

Jika Anda ingin mencari sejumlah oleh-oleh khas Batak, pergilah ke Desa Jangga untuk membeli kain Ulos yang ditenun begitu indahnya dengan motif yang halus. Desa ini adalah salah satu tempat komunitas Ulos tenun yang terkenal di Sumatera Utara dan Anda juga dapat melihat proses pembuatannya di sana.

Salah satu potret Danau Toba di Sumatera Utara via id.wikipedia.org

 

 

Alamat Pulau Samosir: Kabupaten Samosir, Sumatera Utara
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 2.6735255,98.8592161

2. Kota Parapat

Parapat adalah sebuah kota yang terletak pada semenanjung yang menjorok ke arah Danau Toba. Inilah salah satu sentrum wisata Danau Toba yang terkenal dengan jumlah kunjungan wisatawan yang besar, juga menjadi pilihan utama untuk memulai perjalanan ke Pulau Samosir menggunakan kapal ferry atau boat.

Di Parapat, keindahan Danau Toba dapat dinikmati dalam berbagai kegiatan menarik, di antaranya yang populer adalah aktivitas air. Anda dapat berenang, bermain ski air, berkano ria, menaiki motorboat, memancing, dan lain sebagainya. Bahkan bermain golf juga dapat Anda lakukan di Parapat.

Di bukit Sungai Naborsahon, Anda dapat melihat berbagai macam tanaman yang berbunga sepanjang tahun, di antaranya bogenvile, pointetties, dan honey sucle. Iklim yang sejuk di kota Parapat menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata Sumatera Utara yang ramai dikunjungi wisatawan.

Di Parapat, Anda juga dapat pergi ke Rumah Pengasingan Bung Karno. Inilah tempat di mana Presiden pertama RI tersebut pernah diasingkan oleh Belanda pada tahun 1948 bersama dengan beberapa tokoh nasional, seperti Sutan Sjahrir dan Agus Salim. Rumah pengasingan ini berdiri kokoh dengan dominasi cat berwarna putih dan pekarangan yang luas, memiliki arsitektural bangunan ala Eropa klasik, dan terletak di tepi jalan kota Parapat yang menghadap langsung ke Danau Toba.

Di beberapa bagian dari kota ini, Anda juga dapat menemukan sejumlah toko yang menjual berbagai merchandise serta aneka oleh-oleh khas Batak, seperti aneka aksesoris hingga pakaian.

 

Alamat Danau Toba: Parapat, Sumatera Utara
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 2.6680153,98.9376948

Transportasi ke Danau Toba

Cara paling umum untuk dapat tiba di kawasan Danau Toba adalah dengan mengambil bis di Terminal Bus Pinang Baris kota Medan dengan rute Medan – Parapat dan perjalanan ini akan memakan durasi selama 6 jam. Kota Parapat terletak sejauh 176 km dari Medan dan tersedia beberapa moda transportasi darat, seperti bis, mobil travel, taksi, dan persewaan kendaraan pribadi.

Dengan menaiki bis, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per orang. Sementara itu, mobil travel akan mengenakan tarif sebesar Rp 70 ribu hingga 80 ribu per orang. Jika ingin menyewa kendaraan pribadi, Anda akan dikenai tarif sebesar Rp 600 – 700 ribu per hari.

Selain rute Medan – Parapat, Anda juga dapat tiba di kawasan wisata Danau Toba dengan menaiki bis rute Medan – Brastagi dan dikenakan ongkos sebesar Rp 40 ribu per orang. Setiba di Parapat, Anda dapat melanjutkan rencana perjalanan Anda ke Pulau Samosir atau menikmati Danau Toba dari kota Parapat. Jika hendak ke Pulau Samosir, Anda dapat menaiki kapal feri dengan ongkos Rp 10 ribu per orang.

Sumber: inipariwisata.com
Inilah 8 Tempat Wisata di Medan Paling Menarik

Inilah 8 Tempat Wisata di Medan Paling Menarik

Pesona tempat wisata di Medan terletak pada sejumlah landmark yang sarat akan nilai sejarah. Medan adalah ibukota provinsi Sumatera Utara, sebuah kawasan yang memiliki warisan alam paling memikat hingga ke mancanegara, yakni wisata Danau Toba.

Danau Toba ini adalah sebuah danau vulkanis yang terbentuk akibat letusan gunung tua ribuan abad lampau, merupakan danau terbesar di Indonesia dan nomor dua di dunia setelah Danau Victoria di Afrika. Danau Toba adalah pula ikon tempat wisata di Sumatera Utara bersama dengan sejumlah landmark menawan lainnya.

Kota Medan adalah salah satu kota metropolitan besar di Indonesia, tepatnya nomor tiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Medan dihuni berbagai macam etnis dengan kebudayaan yang berbeda-beda. Kota Medan tidak jauh berbeda dengan Jakarta atau Surabaya, terutama di segi demografinya yang heterogen. Kondisi infrastruktur yang semakin hari semakin modern memberi kontribusi yang signifikan terhadap kehidupan wisata Medan secara holistik.

Daya tarik kota Medan juga terdapat pada lapisan masyarakatnya yang heterogen. Anda dapat menjumpai beberapa bangunan besar dan megah di Medan yang menyimpan makna akan warisan sejarah serta nilai religi yang mulia.

Dilansir dari data BPS tentang jumlah kunjungan wisatawan asing yang datang ke Sumatera Utara, pada tahun 2013 bandara Kualanamo atau Polonia mencatatkan angka sebanyak 225 ribu kunjungan turis asing. (lihat data BPS di sini). Angka yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan Ngurah Rai di Bali (3,2 juta), Soetta di Jakarta (2,2 juta), dan Hang Nadim di Batam (1,3 juta), namun memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi di masa mendatang mengingat keseriusan Sumatera Utara untuk meningkatkan kepariwisataannya serta keberadaan kualitas bandara internasional Kualanamu di Medan yang sangat baik.

Tempat Wisata di Medan

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah sejumlah tempat wisata di Medan yang paling menarik.

1. Taman Bermain Hillpark Sibolangit

Inilah taman bermain terbesar di Sumatera Utara, berada dalam kontur wilayah pegunungan dan berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari kota Medan. Hamparan perbukitan hijau adalah daya tarik lain yang dimiliki tempat wisata di Medan yang satu ini, selain juga udaranya yang sejuk dan bersih. Oleh karenanya, taman bermain ini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang favorit di Sumatera Utara.

Taman Bermain Hillpark Sibolangit

 

 

Hillpark Sibolangit memiliki konsep yang tidak berbeda jauh dengan Dufan di Jakarta atau Trans Studio di Bandung dan Makassar. Ada tiga tema besar yang dimiliki Hillpark Sibolangit, yaitu Lost City, Toon town, dan Heritage. Wahana yang tersedia diantaranya adalah Roller Coaster (Gelegar), Ferries Wheel (Kincir raksasa), 4D theatre, dan amphiteathre berkapasitas 1,200 untuk pertunjukan dan konser.

Akan tetapi, taman bermain ini hanya dibuka pada akhir pekan (Sabtu & Minggu) dan pada tanggal merah saja. Untuk dapat masuk, Anda harus membayar tiket masuk Hillpark Sibolangit sebesar Rp 10 ribu per orang. Atau, Anda dapat membayar sebesar Rp 45 ribu per orang untuk biaya tiket masuk dan biaya tiket wahana sebanyak 15 kali bermain.

Alamat Taman Bermain Hillpark Sibolangit: Jl. Jamin Ginting Km. 45, Medan
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.549268,98.659529

2. Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Di tempat ini terdapat ribuan ekor buaya dalam berbagai jenis usia yang ditangkar dalam bermacam-macam kandang. Terletak di Desa Asam Kumbang, penangkaran binatang predator buas ini dikelola oleh sebuah keluarga yang memanfaatkan halaman belakang rumah sebagai tempat penangkaran.

Alhasil, tempat penangkaran yang semula adalah peliharaan biasa saja oleh keluarga terebut pada akhirnya bertransformasi menjadi sebuah penangkaran buaya di Medan yang menampung sekitar 2.600 ekor buaya yang kebanyakan dari spesies buaya muara.

Penangkaran Buaya Asam Kumbang di Medan

 

 

Kini, objek wisata Medan yang satu ini menjadi tempat penangkaran buaya terbesar di dunia di susul Madras Crocodile Bank Trust di Tamil Nadu, India yang mengoleksi sekitar 2.483 ekor buaya dari 14 spesies. Selain di Medan, masih ada pula Penangkaran Buaya Tritip di Balikpapan.

Alamat Penangkaran Buaya Asam Kumbang: Jl. Bunga Raya II, Kec. Medan Selayang, Medan
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.566406,98.6195382

3. Masjid Raya Al Mashun

Terletak di jantung kota Medan, Masjid Raya Al Mashun atau juga dikenal dengan Masjid Raya Medan ini telah berusia lebih dari 100 tahun sejak dibangun pertama kali pada 21 Agustus 1906.

Secara arsitektural, bangunan masjid ini mengadopsi corak bangunan campuran Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah. Bangunan masjid ini begitu unik dengan rancangan berbentuk bundar segi delapan dan memiliki 4 serambi utama di bagian depan, belakang, serta samping kiri dan kanan. Sekaligus pula ke-4 serambi tersebut menjadi pintu utama masuk ke masjid.

Masjid Raya Al Mashun Medan

 

 

Pada bagian kubahnya, terlihat mengikuti model Turki, yakni dengan bentuk yang patah-patah bersegi delapan. Kubah utama dikitari empat kubah lain di atas masing-masing beranda dengan ukuran yang lebih kecil. Bentuk kubah ini dapat ditemukan juga seperti yang ada pada Mesjid Raya Banda Aceh. Inilah masjid yang menjadi kebanggaan kota Medan dan menjadi salah satu tempat wisata di Medan yang menarik untuk dikunjungi.

Alamat Masjid Raya Al Mashun: JL. Sisingamangaraja No. 718, Medan
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.575173,98.687369

4. Tip Top Restaurant

Inilah salah satu tempat makan legendaris di Medan dengan usianya yang begitu tua sejak berdiri pada tahun 1929. Berlokasi di kawasan Kesawan yang adalah pula sentra bisnis di Medan, Tip Top Restaurant begitu populer di kalangan masyarakat Medan dari generasi ke generasi. Lokasinya yang sangat dekat dengan Tjong A Fie Mansion menjadikan kawasan Kesawan menjadi salah satu tempat wisata di Medan yang menarik untuk dikunjungi.

Tip Top Restaurant di Medan

 

 

Restoran yang mengadosi cafe gaya Eropa ini terkenal dengan aneka kue hasil olahan sendiri yang dimasak menggunakan oven batu sebagai pemanggangnya sejak tahun 1934. Meski demikian, ada juga menu sajian khas Indonesia bagi Anda yang ingin bersantap ikan goreng, kari, rendang, dan sebagainya. Juga, bistik di tempat kuliner Medan yang satu ini adalah salah satu yang recommended.

Alamat Tip Top Restaurant:     Jl. Jend. A. Yani No. 92, Medan
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.585999,98.679594

5. Bank Indonesia Medan

Sebagai salah satu landmark menarik di Medan, Anda dapat menemukan bangunan bergaya arsitektur khas Eropa di Bank Indonesia Medan. Berdiri pertama kali pada tahun 1906, bank ini pada mulanya adalah pusat perbankan Belanda dengan nama De Javasche Bank Medan. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1961 bank tersebut dinasionalisasi oleh Presiden Soekarno dan namanya berganti menjadi Bank Indonesia Medan. Keberadaan Bank Indonesia Medan ini memperkaya kota Medan dengan cultural heritage yang sarat akan nilai sejarah dan menjadi salah satu tempat wisata di Medan yang menarik.

Alamat Bank Indonesia Medan: Jl. Balai Kota No. 4, Medan
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.590731,98.676932

6. Rumah Tjong A Fie (Tjong A Fie Mansion)

Inilah salah satu tempat wisata sejarah di Medan, sebuah rumah di mana Anda dapat mengetahui budaya Melayu – Tionghoa hingga riwayat kota Medan. Rumah ini terletak di Jln. Ahmad Yani, Medan. Secara arsitektural, bangunannya didirikan dengan gaya campuran arsitektur China, Eropa, dan Melayu.

Rumah Tjong A Fie

Tjong A Fie adalah seorang saudagar kaya di masa lampau yang pernah menjadi jutawan terkaya se-Asia tenggara pada masa itu. Sukses besar diraihnya dalam bisnis perkebunan hingga perusahaan kereta api. Di masanya, Tjong A Fie disegani dan dihormati oleh kolonial Belanda hingga Sultan Deli. Oleh karena sifat dermawannya, dia menjadi pemimpin komunitas keturunan Cina di Medan yang dihormati.

Alamat Rumah Tjong A Fie: Jl. Jend. A. Yani No. 97-99, Medan
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.585395,98.680234

7. Istana Maimun

Istana Maimun adalah peninggalan Kerajaan Deli yang terkenal, sebuah istana berwarna kuning berdiri megah di tengah Kota Medan dan menjadi ikon kota metropolitan tersebut. Anda dapat menjumpai istana ini di Jln. Brigjen Katamso Kec. Medan Maimun, Medan. Secara arsitektural, bangunan Istana Maimun didominasi warna kuning yang merupakan warna khas Melayu.

Istana Maimun Medan

Di tempat wisata Medan yang satu ini, Anda dapat menyaksikan ragam koleksi yang dimiliki istana di masa lampaunya. Beberapa di antaranya adalah koleksi foto sultan, singgasana sultan, hingga sejarah Kerajaan Deli. Untuk dapat masuk ke Istana Maimun ini, Anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 8 ribu per orang. Istana ini buka mulai dari pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Alamat Istana Maimun: Jl. Brigadir Jendral Katamso, Medan
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.575243,98.683805

8. Merdeka Walk

Inilah salah satu tempat kuliner Medan yang paling direkomendasikan. Tetapi, tempat wisata kuliner Medan yang satu ini hanya buka saat malam hari saja. Berada di jantung kota Medan, Anda akan menjumpai banyak jajanan dan makanan di bawah pepohonan rindang, dan dikelilingi bangunan tua bersejarah yang ada di kota Medan. Lapangan Merdeka ini begitu menarik terlihat saat malam dengan kilau lampu dan bangunan yang ada di sekitarnya.

Merdeka Walk Medan

Merdeka Walk adalah salah satu tempat nongkrong di Medan yang begitu menarik. Tak aneh jika semakin malam, semakin ramai jumlah kunjungan orang yang datang ke objek wisata Medan yang satu ini. Seringkali diadakan konser musik, festival musik, dan berbagai perlombaan di Merdeka Walk. Juga, dapat terlihat berbagai suguhan atraksi sepeda, parkur, dan atraksi malam lainnya.

Di saat akhir pekan tiba, kawasan wisata Medan ini menjadi ramai dengan kawula muda yang menghabiskan waktunya di sana.

Alamat Merdeka Walk: JL Balai Kota, Lapangan Merdeka, Medan
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: 3.590345,98.67818

Sumber: inipariwisata.com
130 Tahun Istana Maimun: Keraton se-Indonesia Akan Kumpul di Medan

130 Tahun Istana Maimun: Keraton se-Indonesia Akan Kumpul di Medan

 

 

Medanbisnisdaily.com-Medan. Yayasan Sultan Ma’moen al Al-Rasyid (YASMAR) selaku pengelola Istana Maimun bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Penyelengara dan Pelaksana Acara (APPARA) akan mengadakan perayaan milad ke-130 tahun Istana Maimun pada 24 hingga 26 Agustus mendatang.

Beragam persiapan acara telah dilaksanakan. Rencananya, seluruh kerajaan di Tanah Air akan dihadirkan pada puncak perayaan ulang tahun Istana Kesultanan Deli itu.

“Kami telah berkoordinasi dengan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara untuk mengundang mereka kemari,” kata Pembina Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, Ichsan Al Rasyid kepada wartawan di Medan, Senin (16/7/2018).

Forum itu sendiri, kata dia, merupakan tempat berkumpulnya seluruh pemimpin kerajaan atau keraton di seluruh Indonesia yang merupakan cikal bakal lahirnya Republik Indonesia. Forum ini bukan hanya sebagai tempat silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah dalam upaya pengembangan dan pelestarian budaya-budaya kerajaan.

Delegasi setiap keraton akan diikutkan dalam kirab budaya yang direncanakan akan memecahkan Rekor Muri. Dalam pemecahan rekor Muri tersebut, pihak penyelenggara menargetkan sedikitnya 300 pakaian adat dari seluruh negeri maupun negara-negara sahabat ikut berpartisipasi.

“Jadi rekor MURI yang akan kami pecahkan adalah kirab budaya dengan jumlah pakaian adat terbanyak,” kata Ketua Umum APPARA, Hendra Kaban.

Selain kirab budaya dengan rute Lapangan Merdeka-Istana Maimun, pada puncak perayaan milad akan memecahkan rekor MURI pembuatan pohon durian setinggi 20 meter.

Tak hanya itu, rencananya Presiden Joko Widodo akan dihadirkan untuk membuka acara pada 24 Agustus, termasuk duta besar negara-negara sahabat baik yang terlibat dalam kirab budaya maupun tidak.

Berbagai macam mata acara telah dipersiapkan mulai dari aneka perlombaan, jalan santai, pagelaran budaya, pameran produk UMKM hingga hiburan musik bintang tamu dari Medan dan Jakarta.

Pihak istana juga akan mengeluarkan seluruh alat kebesaran yang selama ini disimpan khusus digunakan sultan. Dalam menyambut tamu-tamu penting pada milad nanti, seluruh perlengkapan tersebut akan dikeluarkan dan dipamerkan kepada masyarakat umum.

Pihak istana dan penyelenggara berharap, perayaan ini bisa menjadi agenda tahunan Kota Medan atau Sumut pada umumnya dalam misi terbaiknya untuk mempromosikan wisata budaya dan sejarah.

Sumber: mendanbisnisdaily
ASIKNYA BERWISATA KE BUKIT LAWANG

ASIKNYA BERWISATA KE BUKIT LAWANG

 

PROFIL SINGKAT tentang BUKIT LAWANG

BUKIT LAWANG artinya ” PINTU ke BUKIT adalah sebuah nama desa kecil tempat/objek wisata air sungai penggunungan yang jernih dengan alam yang alami dan merupakan daerah konservasi terhadap mawas orang utan yang berada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 90 km di sebelah barat laut kota Medan, sebagian besar penduduknya bersuku Melayu dengan mata pencarian berdagang dan bertani. Jarak tempuh dari Kota Medan memakan waktu kurang lebih 3 Jam baik dengan kenderaan roda 4 ataupun roda 2. BUKIT LAWANG berada dalam lingkup kawasan Hutan Lindung Taman Gunung Leuser yang merupakan bagian dari Penggunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau SUMATERA.

BUKIT LAWANG adalah merupakan salah satu tempat terbaik di dunia bagi pencinta hewan primata langkah dan hampir punah si Orangutan. Bukit lawang yang merupakan pintu gerbang ke dalam hutan Sumatera yang legendaris yang memiliki medan licin dan lereng curam serta berlumpur, dengan alam yang indah menjadi tempat pusat Rehabilitasi Orangutan. Pusat Rehabilitasi Orangutan ini berdiri sejak tahun 1973 dan hingga kini telah menarik pengunjung dari seluruh dunia untuk melihat sekilas makhluk primata langkah ini.
Pada tahun 2003 tepatnya tanggal 2 Nopember terjadilah musibah banjir bandang yang membawaq ribuan  kayu hasil pembalakan liar dan menghantam ratusan rumah penduduk atau penginapan yang ada dipinggiran arus sungai di BUKIT LAWANG. Banjir Bandang yang terjadi menimbulkan trauma dramatis pada penduduk setempat yang selamat dan menghancurkan infrastruktur serta  memakan korban kurang lebih 300 jiwa diakibatkan pembalakan hutan secara liar di Taman Gunung Leuser  yang  Akibatnya hampir 2 tahun wisata BUKIT LAWANG ini sepi pengunjung baik itu lokal maupun dari luar.

PERJALANAN MENUJU OBJEK WISATA ALAM BUKIT LAWANG

BUKIT LAWANG adalah salah satu objek wisata alam yang wajib dikunjungi di Provinsi Sumatera Utara, untuk melepaskan beban pekerjaan dan melepaskan diri dari aroma penatnya kota. Pada hari- hari libur seperti hari minggu atau libur hari – hari besar  banyak wisatawan lokal maupun luar berkunjung ke tempat ini menikmati udara pegunungan yang segar, bermain air sungai yang mengalir jernih dari Gunung Leuser, serta menikmati petualangan di dalam hutan untuk mencari keberadaan Orang Utan. Daya tarik dari Bukit Lawang inilah yang membuat banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara, untuk melihat langsung keberadaan lebih 35.000 Orang Utan, dan spesies lain seperti monyet, harimau, babi hutan, burung, yang hidup liar di dalam hutan yang seluas 2 juta hektar lebih.

Pada hari libur saya berkesempatan mengunjungi tempat ini, perjalanan menuju objek wisata bukit lawang saya coba dengan menggunakan jasa angkutan umum dimana titik keberangkatan dimulai dari Terminal Pinang Baris Kota Medan, ibukotanya Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan angkutan umum/minibus L300/Pembangunan Semesta dengan rute Terminal Pinang Baris – Binjai – Bukit Lawangdengan tarif angkutan umum Rp.15.000,-/orang. , kondisi angkutan umum yang tersedia kurang nyaman.  Perjalanan menuju Bukit Lawang, enaknya kita mulai di pagi hari, jam 7 pagi berangkat dari Terminal Pinang Baris, kita akan melalui jalan dengan lalulintas yang cukup ramai hingga di kota Binjai. Dari Terminal Pinang Baris Kota Medan – Kota Binjai – , kurang lebih memakan waktu 45 menit perjalanan. Dari Kota Binjai – Bukit Lawang jarak tempuh 2 jam. Jika berangkat dari Kota Medan (Terminal Pinang Baris) Jam 7.00 Wib pagi hari berarti kurang lebih jam 10 .Wib sudah sampai di Terminal Umum Bukit Lawang. Dari Terminal Bus Bukit Lawang ini dilanjutkan dengan menaiki betor (Becak Bermotor) dengan tarif Rp.10.000,- sekitaran 10 menit kemudian kita sudah sampai di Pintu masuk wisata BUKIT LAWANG.

Kemudian berjalan menelusuri kedai – kedai jualan aksesoris dan makanan, sehingga menemukan suatu kedai makanan yang dirasa pas. Beli nasi bungkus lebih baik menurut saya karena lebih asyik makan dipinggiran sungai dengan air yang jernih sambil kaki direndam ke sungai dengan menikmati suasana keramaian. Ingatt…jagalah kebersihan, sehabis makan jangan bungkusnya dibuang ke sungai, itu namanya pencemaran. Dibuang dong.. ke tong sampah, banyak tong – tong sampah di sekitar pinggiran sunggai.  Setelah selesai urusan lambung, saya pun mencari penginapan, harga penginapan disini bervariasi mulai dari Rp. 80.000,- hingga Rp.300.000,- tinggal pilih sesuai dengan budget

HAL-HAL YANG ASYIK DI LAKUKAN SAAT BERWISATA KE BUKIT LAWANG

Cukup melelahkan memang perjalanan wisata ke Bukit Lawang ini jika menggunakan angkutan umum, namun pasti akan teroba

ti begitu kita sampai di Wisata Alam Bukit Lawang karena kita akan langsung disungguh aliran sungai yang jernih dan kera

maian pengunjung. Setelah beristirahat sebentar di penginapan, langsung lanjud dengan kegiatan yang mengasyikkan, seperti :

 

  1.  Mandi – mandi sepuasnya di air sungai yang jernih 

Saya menelusuri jalan yang mengikuti pinggiran sungai untuk melihat dan memilih tempat untuk mandi – mandi di air sungai yang mengalir dari Gunung Leuser ini. Setelah menemukan tempat yang pas, kejernihan dan kesejukan air sungai ini , langsung saya nikmati, mandi – mandi disini sangatlah asyik. Jika angin berhembus kencang, kita dapat menyaksikan daun – daun berguguran dari pohon-pohon yang mendulang di perbukitan.

  1.  Memberi makan orang hutan

Setelah puas – puas mandi di air sungai , lanjut dengan memberi makan Orang Utan, (sehari bisa dilakukan pada dua kali yaitu jam 10 pagi dan 4 sore). Lokasi pemberian makannya orang utan ini tidak begitu jauh jika ditempuh dengan jalan kaki dari pinggiran sungai.

 

  1.   Menikmati Kuliner 

Sebagian besar penginapan memiliki restoran, sehingga bisa meminta pemilik penginapan untuk menyediakan makanan. Sepanjang sungai, ada beberapa kafe kecil. Anda bisa menikmati salad buah, nasi goreng dan makanan ringan.

  1.  Tracking di siang hari atau dimalam hari

Treking di malam hari adalah favorit para pengunjung di wisata alam bukit lawang, kebanyakan pengunjung memilih perjalanan dua hari untuk dapat memiliki kesempatan melihat orangutan dan satwa liar lainnya di habitat alami mereka. Petualangan ini berbahaya bagi wisatawan yang sendirian melakukan treking di hutan sehingga setiap perjalanan harus dibimbing oleh seorang pemandu yang berpengalaman.

Pastikan Anda memberitahu pemandu jika ingin melihat tanaman atau hewan tertentu. Harga untuk perjalanan treking termasuk makanan dasar, biaya pemandu, izin dan peralatan berkemah. Pastikan Anda juga meminta pemandu Anda untuk mengunjungi gua kelelawar.

Perjalanan treking menelusuri hutan malam hari ini, membutuhkah stamina fisik yang fit. Jika kondisi fisik kurang fit lebih baik melakukan treking selama beberapa jam dilakukan di siang hari. Anda dapat meminta pemandu untuk membawa Anda dalam perjalanan selama beberapa jam. Ada juga sejumlah perjalanan singkat sekitar Bukit Lawang yang tidak memerlukan pemandu atau izin.

Kemudian pada titik yang sudah disepakati, pulang jangan lagi berjalan kaki tetapi rasakan arus Sungai Bohorok dengan menggunakan perahu karet. Kegiatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan pemadu berpengalaman karena arus di sini sangat kuat.

Maka, jika Anda berencana untuk berkunjung ke Sumatera Utara, masukan objek wisata alam Bukit Lawang menjadi salah satu tujuan wisata Anda di Sumuatera Utara. Karena pengalaman trekking di tengah hutan sambil mencari keberadaan Orang Utan akan sulit Anda temukan di daerah lainnya selain di Bukit Lawang. Dan menakjubkan. menjelajahi hutan di sini adalah petualangan yang menkjubkan. Perjalanan melalui hutan yang rimbun akan mendebarkan dan Anda akan masuk dalam dunia baru.

Asiknya ber wisata ke Bukit Lawang, semoga dapat menambah referensi bagi Anda  dalam menyusun rencana kegiatan jika  ingin menikmati hari libur di wisata alam BUKIT LAWANG.

Sumber : http://duniakugo.blogspot.co.id

 

5 Kopi Khas Dari Sumatera Utara Yang Melegenda

PariwisataSUMUT.net – Kopi di Sumatera Utara telah melegenda dan menembus hingga pasar internasional. Berbagai jenis kopi ini bahkan menjadi identitas bagi beberapa daerah di Sumut. Untuk menikmati kopi-kopi tersebut tidaklah terlalu sulit. Minuman kopi di Medan hampir dapat ditemukan di seluruh kedai kopi, cafe maupun restaurant. Tak perlu khawatir bila anda tinggal di luar daerah Sumut. Anda tetap dapat menikmatinya dengan memanfaatkan online shop yang menjual jenis-jenis kopi dari Sumut sesuai keinginan anda. Berikut 5 Kopi Sumatera Utara Yang Melegenda

Kopi Sidikalang
Sidikalang Coffee, tak hanya warga Indonesia namun hingga saat ini Kopi Sidikalang masih menjadi favorit penikmat minuman kopi mancanegara. Melalui proses tradisional, kenikmatan Kopi Sidikalang memang jelas berbeda dari kopi-kopi lainnya. Kandungan kafein yang ada di Kopi Sidikalang mampu membuat peminumnya tahan begadang satu harian. Karena pamor tersebut juga maka Sidikalang yang merupakan ibukota dari Kabupaten Dairi disebut Kota Kopi.
Kopi Sipirok
Sipirok, kota kecil di Tapanuli Tengah. Selain terkenal dengan beberapa objek wisata di sekitarnya, Kopi Sipirok adalah minuman yang harus anda coba. Menurut penuturan penikmati kopi, Kopi Sipirok bukanlah kopi biasa, kandungannya yang jauh dari asam. Kopi Sipirok semakin digilai karena kenikmatannya, oleh karena itu pula kopi luwak Sipirok disebut sebagai the world’s finest unwashed arabica
Kopi Mandailing
Tak hanya nikmat, Kopi Mandailing memang memiliki ciri khas baik pada aroma maupun cita rasanya. kopi arabica luwak yang berasal dari Kabupaten Mandailing ini digemari oleh para penikmatnya yang tak hanya berasal dari Sumatera Utara saja. Lain lagi dengan salah satu kopi dari Mandailing, terkenal sebagai kota Salak, Madina juga punya kopi unik terbuat dari biji buah Salak. Penyajian Kopi Mandailing yang paling unik adalah Kopi Takar, menggunakan batok kelapa sebagai wadah dari minuman khas Mandailing ini.
Kopi Tarutung
Kopi dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini sudah diakui sebagai kopi kualitas terbaik di dunia berdasarkan penilaian pada proses pemetikan, penjemuran dan juga pengolahan yang sangat detil sehingga menghasilkan kopi bermutu tinggi. Kenikmatan Kopi Tarutung baik Kopi Luwak maupun Kopi Ateng juga benar-benar menggoda,
Kopi Lintong
Lintong Ni Huta adalah nama sebuah daerah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Karena berasal dari sana, maka Kopi Silintong menjadi identitas dari kopi arabica yang satu ini. Kualitas Kopi Lintong sudah sangat terkenal hingga ke mata dunia dan menjadi trade mark pasaran internasional dengan nama Sumatra Linthong Arabica Coffee, sehingga banyak digilai oleh para penikmat kopi. Pada umunya para petani menanam kopi berjenis Arabica.
Tak hanya minuman, berbagai jenis kuliner Sumatera Utara akan sangat baik bila anda coba. Sebagai refrensi sila baca artikel: Kuliner Khas Sumatera Utara. Salam Peduli Pariwisata Sumut.
Sumber : PariwisataSUMUT.net

Tujuan Wisata Di Medan Dan Sumatera Utara Yang Sering Dikunjungi

SUARAMEDANNEWS.com –  Tujuan Wisata Di Medan Dan Sumatera Utara Yang Sering Dikunjungi masyarakat lokal, Nasional maupun Internasional di KOta Medan dan Sumatera Utara akan dipaparkan dan disajikan. Keindahan kota Medan dengan beberapa tempat yang sering dikunjungi seperti Istan Maimun, Mesjid Raya, Museum Galery Rahmadsyah, Taman Budaya, dan masih banyak yang lainnya, maupun keindahan alam Sumatera Utara, sudah tentu tidak diragukan lagi, bagi para wisatawan yang sudah pernah mengunjungi wisata alam di Sumut. Nah kali ini kita akan jalan-jalan keliling obyek wisata di Medan dan Sumatera Utara.

Tempat wisata di Medan Sumatera Utara apa saja kah? Berikut ulasannya.

1. Tangkahan

Tangkahan karena keindahannya terkenal sebagai surga tersembunyi di Leuser. Terletak di Desa Namo Sialang, Batang Serangan Langkat Sumatera Utara dengan luas sekitar 17.000 hektar. Keberadaan Patroli Partisipatif menggunakan gajah, menjadikan Tangkahan sebagai tujuan wisata yang digemari oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Antara tahun 1980 sampai 1990-an, masyarakat di sekitar Tangkahan dulunya giat membalak kayu hutan yang berasal dari Taman Nasional Gunung Leuser. Namun seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat kemudian sadar akan kerusakan dan kesalahan yang telah mereka lakukan. Atas kesepakatan bersama masyarakat di Tangkahan kemudian memutuskan untuk menghentikan pembalakan kayu ilegal dari dalam kawasan Leuser dan mengembangkan kawasan ekowisata Tangkahan. Pada tahun 2001, masyarakat Tangkahan berkumpul dan menyepakati peraturan desa yang melarang segala aktivitas ilegal dan mendirikan Lembaga Pariwisata Tangkahan.

 

Fasilitas di Tangkahan meliputi sarana penginapan Bamboo River Lodge, memiliki enam kamar double dilengkapi dengan kamar mandi. Tarif berkisar antara Rp. 75.000 sampai dengan Rp. 100.000 per malam. Adapula penginapan lain dengan harga mulai dari Rp. 15.000 sampai dengan Rp. 150.000 per malam. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah visitor centre, camping ground, dan warung makan tradisional milik masyarakat setempat. Para pemuda lokal banyak yang bekerja sebagai pemandu di lokasi wisata Tangkahan. Mereka tergabung dalam suatu wadah yang disebut Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT).

2. Taman Nasional Gunung Leuser

wisata-sumatera-utara-taman-nasional-gunung-leuserJika Anda sudah khatam dengan taman nasional gunung di Pulau Jawa, mungkin saatnya Anda menjajaki Pulau Sumatera. Salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Leuser ini. Di sini, Anda bisa menikmati wisata alam khas Sumatera Utara dengan mendaki gunung atau sekedar trekking atau lintas alam. Kawasan taman nasional ini melintasi dua provinsi, yakni provinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam. Pemandangan alam yang indah dan menyejukkan hati ini semakin lengkap dengan berbagai jenis flora serta fauna yang menjadikan Taman Nasional Gunung Leuser sebagai habitatnya.

3. Salju Panas Dolok Tinggi Raja

wisata-sumatera-utara-salju-panas-dolok-tinggi-rajaIni merupakan sebuah obyek wisata di Sumatera Utara, tepatnya di desa Dolok Tinggi Raja yang sangat menarik. Jika biasanya salju memiliki suhu yang dingin, lain halnya dengan di Sumatera Utara yang memiliki salju panas. Kok bisa? Sebenarnya ‘salju’ ini adalah tanah pada kawasan Salju Panas Dolok Tinggi Raja yang bewarna putih, sehngga seperti salju. Selain kawasan bertanah putih ini, Anda juga dapat menjumpai sebuah danau air panas yang memiliki warna biru kehijau-hijauan di sini. Maka itu, tempat ini dinamakan salju panas. Namun ternyata, obyek wisata ini belum terlalu terkenal dan masih memiliki sistem wisata yang buruk. Hati-hati terhadap warga sekitar sana yang kerap meminta sejumlah uang.

4. Bukit Lawang

Bukit Lawang
Bukit Lawang

Bukit Lawang lokasi wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik penduduk lokal maupun luar negeri. Jika menempuh perjalanan dari Kota Medan, kita akan menghabiskan waktu selama 3 jam untuk sampai ke sini. Tempat wisata yang satu ini sangat cocok bagi anda yang suka menjelajah hutan serta melihat kehidupan satwa liar secara langsung. Bukit Lawang merupakan sejenis hutan tropis yang ada di pintu masuk Taman Nasional Gunung Leuser. Aktivitas lain yang bisa dilakukan ketika berada di Bukit Lawang dalah trekking dan rafting. Alamat : Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat.

Sumber : SUARAMEDANNEWS.com

 

Objek Wisata Kincir Angin Ala Belanda Hadir di Kota Ini

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kincir angin terbesar dan mirip dengan aslinya di negara Belanda kini ada dikota Medan, Sumatera Utara. Lokasi ini menjadi objek wisata baru bagi warga di kota Medan.

Kincir angin tersebut berada di komplek perumahan mewah Merci Barn yang berada di Jalan Karya Jaya, Medan, Sumut.

Perumahan yang mengambil konsep ala Belanda dan kincir angin yang dibangun disini, sama persis ukuran dan materialnya dengan kincir angin di Belanda.

Didalam bangunan kincir angin para pengunjung juga dapat melihat sejumlah pajangan foto-foto tentang negara Belanda, sehingga pengunjung yang datang bisa menambah wawasannya tentang negara seribu kincir angin.

Selain itu, juga ada peternakan sapi yang dibuat tidak jauh dari lokasi kincir angin, agar dapat memanjakan para pengunjung yang datang ke tempat ini.

Seorang pengunjung Eldina mengatakan dulu belum ada kincir anginnya, masih hanya Merci Barnnya saja, namun setelah di Instagram pada booming, saya penasaran ingin melihat kesini.

“Bagus banget si idenya untuk membangun ini di Medan, bangga punya ikon kincir angin ini dan di bangunnya Medan,”kata Eldina, Selasa (16/5/2017).

“Saya jarang kemari, tapi karena di Instagram sudah banyak pada ambil gambar kemari, jadi saya pengin kesini juga,”tambahnya.

Eldina mengatakan masuk kemari Merci Barn ini tidak bayar alias free, makanya memutuskan masuk saja karena penasaran ingin melihat kincir angin.

(cr9/tribun-medan.com) 

Hotel Kanasha Mengusung Konsep Islami dan Smart Stays

Hotel Kanasha Mengusung Konsep Islami dan Smart Stays

Berada di pusat kota Medan dan dekat dengan pusat bisnis tentunya. Hanya berjarak 0,35 km dari Mesjid Raya Al Mashun, salah satu icon sejarah perkembangan Islam di Kota Medan dan sangat dikenal wisatawan dalam dan luar negari. Lokasi strategis ini tentu sangat memudahkan para traveller bisnis, keluarga maupun kepentingan lainnya untuk mendapatkan akses terdekat dalam melakukan aktivitasnya selama di Medan.

Hotel Kanasha baru saja membuka layanan kepada masyarakat sejak bulan Februari 2017. Mengusung konsep Islami yang sangat cocok dan aman bagi para suami yang melakukan perjalanan dinas ke kota Medan, dan tentu saja membuat istri merasa tenang ketika ditinggal dirumah. Disisi lain, semua fasilitasnya tentu masih baru dan layak untuk dicoba.

Beberapa konsep Islami yang diusung seperti kloset dikamar mandi tidak mengarah ke kiblat, perlengkapan sajadah tersedia disetiap kamar hotel dan pasangan harus muhrim. Lebih asyiknya lagi, lokasinya hanya 1 km dari pasar sentral dan 1 km dari pasar ikan lama, tentu akan sangat memudahkan bagi yang suka belanja atau para saudagar yang datang dari luar kota. Letaknya di jalan Dolok Sanggul No. 8, tepat berada dibelakang Hotel Garuda Plaza yang telah lama berdiri di jalan S.M Raja, merupakan salah satu jalan utama di Medan serta akses jalan dari dan ke kota lainnya di Sumatera Utara, seperti Bandara Kualanamu, Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, P. Siantar, Kisaran, Parapat dan lain – lain.

Mengusung Smart Stay dengan menyediakan layanan internet access 24 jam dalam mempermudah kepentingan bisnis maupun komunikasi. Lokasi yang sangat strategis, hanya berjarak 0,5 km dari Istana Maimoon, ditengan kota yang sangat memudahkan untuk menjangkau sarana transportasi dan pusat perbelanjaan.

Walaupun bukan hotel besar, untuk memanjakan pengguna jasa, Hotel Kanasha menyediakan lift, sehingga tidak menyulitkan tamu untuk naik turun tangga. Ada 38 kamar, tersedia dari kamar Deluxe dan Premier. Hanya dimulai Rp. 325.000 dengan fasilitas full AC, TV kabel, kamar mandi shower air panas dan dingin.

Sumber : petrusloo.com