Monthly Blogs for September 2017

ASIKNYA BERWISATA KE BUKIT LAWANG

ASIKNYA BERWISATA KE BUKIT LAWANG

 

PROFIL SINGKAT tentang BUKIT LAWANG

BUKIT LAWANG artinya ” PINTU ke BUKIT adalah sebuah nama desa kecil tempat/objek wisata air sungai penggunungan yang jernih dengan alam yang alami dan merupakan daerah konservasi terhadap mawas orang utan yang berada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 90 km di sebelah barat laut kota Medan, sebagian besar penduduknya bersuku Melayu dengan mata pencarian berdagang dan bertani. Jarak tempuh dari Kota Medan memakan waktu kurang lebih 3 Jam baik dengan kenderaan roda 4 ataupun roda 2. BUKIT LAWANG berada dalam lingkup kawasan Hutan Lindung Taman Gunung Leuser yang merupakan bagian dari Penggunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau SUMATERA.

BUKIT LAWANG adalah merupakan salah satu tempat terbaik di dunia bagi pencinta hewan primata langkah dan hampir punah si Orangutan. Bukit lawang yang merupakan pintu gerbang ke dalam hutan Sumatera yang legendaris yang memiliki medan licin dan lereng curam serta berlumpur, dengan alam yang indah menjadi tempat pusat Rehabilitasi Orangutan. Pusat Rehabilitasi Orangutan ini berdiri sejak tahun 1973 dan hingga kini telah menarik pengunjung dari seluruh dunia untuk melihat sekilas makhluk primata langkah ini.
Pada tahun 2003 tepatnya tanggal 2 Nopember terjadilah musibah banjir bandang yang membawaq ribuan  kayu hasil pembalakan liar dan menghantam ratusan rumah penduduk atau penginapan yang ada dipinggiran arus sungai di BUKIT LAWANG. Banjir Bandang yang terjadi menimbulkan trauma dramatis pada penduduk setempat yang selamat dan menghancurkan infrastruktur serta  memakan korban kurang lebih 300 jiwa diakibatkan pembalakan hutan secara liar di Taman Gunung Leuser  yang  Akibatnya hampir 2 tahun wisata BUKIT LAWANG ini sepi pengunjung baik itu lokal maupun dari luar.

PERJALANAN MENUJU OBJEK WISATA ALAM BUKIT LAWANG

BUKIT LAWANG adalah salah satu objek wisata alam yang wajib dikunjungi di Provinsi Sumatera Utara, untuk melepaskan beban pekerjaan dan melepaskan diri dari aroma penatnya kota. Pada hari- hari libur seperti hari minggu atau libur hari – hari besar  banyak wisatawan lokal maupun luar berkunjung ke tempat ini menikmati udara pegunungan yang segar, bermain air sungai yang mengalir jernih dari Gunung Leuser, serta menikmati petualangan di dalam hutan untuk mencari keberadaan Orang Utan. Daya tarik dari Bukit Lawang inilah yang membuat banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara, untuk melihat langsung keberadaan lebih 35.000 Orang Utan, dan spesies lain seperti monyet, harimau, babi hutan, burung, yang hidup liar di dalam hutan yang seluas 2 juta hektar lebih.

Pada hari libur saya berkesempatan mengunjungi tempat ini, perjalanan menuju objek wisata bukit lawang saya coba dengan menggunakan jasa angkutan umum dimana titik keberangkatan dimulai dari Terminal Pinang Baris Kota Medan, ibukotanya Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan angkutan umum/minibus L300/Pembangunan Semesta dengan rute Terminal Pinang Baris – Binjai – Bukit Lawangdengan tarif angkutan umum Rp.15.000,-/orang. , kondisi angkutan umum yang tersedia kurang nyaman.  Perjalanan menuju Bukit Lawang, enaknya kita mulai di pagi hari, jam 7 pagi berangkat dari Terminal Pinang Baris, kita akan melalui jalan dengan lalulintas yang cukup ramai hingga di kota Binjai. Dari Terminal Pinang Baris Kota Medan – Kota Binjai – , kurang lebih memakan waktu 45 menit perjalanan. Dari Kota Binjai – Bukit Lawang jarak tempuh 2 jam. Jika berangkat dari Kota Medan (Terminal Pinang Baris) Jam 7.00 Wib pagi hari berarti kurang lebih jam 10 .Wib sudah sampai di Terminal Umum Bukit Lawang. Dari Terminal Bus Bukit Lawang ini dilanjutkan dengan menaiki betor (Becak Bermotor) dengan tarif Rp.10.000,- sekitaran 10 menit kemudian kita sudah sampai di Pintu masuk wisata BUKIT LAWANG.

Kemudian berjalan menelusuri kedai – kedai jualan aksesoris dan makanan, sehingga menemukan suatu kedai makanan yang dirasa pas. Beli nasi bungkus lebih baik menurut saya karena lebih asyik makan dipinggiran sungai dengan air yang jernih sambil kaki direndam ke sungai dengan menikmati suasana keramaian. Ingatt…jagalah kebersihan, sehabis makan jangan bungkusnya dibuang ke sungai, itu namanya pencemaran. Dibuang dong.. ke tong sampah, banyak tong – tong sampah di sekitar pinggiran sunggai.  Setelah selesai urusan lambung, saya pun mencari penginapan, harga penginapan disini bervariasi mulai dari Rp. 80.000,- hingga Rp.300.000,- tinggal pilih sesuai dengan budget

HAL-HAL YANG ASYIK DI LAKUKAN SAAT BERWISATA KE BUKIT LAWANG

Cukup melelahkan memang perjalanan wisata ke Bukit Lawang ini jika menggunakan angkutan umum, namun pasti akan teroba

ti begitu kita sampai di Wisata Alam Bukit Lawang karena kita akan langsung disungguh aliran sungai yang jernih dan kera

maian pengunjung. Setelah beristirahat sebentar di penginapan, langsung lanjud dengan kegiatan yang mengasyikkan, seperti :

 

  1.  Mandi – mandi sepuasnya di air sungai yang jernih 

Saya menelusuri jalan yang mengikuti pinggiran sungai untuk melihat dan memilih tempat untuk mandi – mandi di air sungai yang mengalir dari Gunung Leuser ini. Setelah menemukan tempat yang pas, kejernihan dan kesejukan air sungai ini , langsung saya nikmati, mandi – mandi disini sangatlah asyik. Jika angin berhembus kencang, kita dapat menyaksikan daun – daun berguguran dari pohon-pohon yang mendulang di perbukitan.

  1.  Memberi makan orang hutan

Setelah puas – puas mandi di air sungai , lanjut dengan memberi makan Orang Utan, (sehari bisa dilakukan pada dua kali yaitu jam 10 pagi dan 4 sore). Lokasi pemberian makannya orang utan ini tidak begitu jauh jika ditempuh dengan jalan kaki dari pinggiran sungai.

 

  1.   Menikmati Kuliner 

Sebagian besar penginapan memiliki restoran, sehingga bisa meminta pemilik penginapan untuk menyediakan makanan. Sepanjang sungai, ada beberapa kafe kecil. Anda bisa menikmati salad buah, nasi goreng dan makanan ringan.

  1.  Tracking di siang hari atau dimalam hari

Treking di malam hari adalah favorit para pengunjung di wisata alam bukit lawang, kebanyakan pengunjung memilih perjalanan dua hari untuk dapat memiliki kesempatan melihat orangutan dan satwa liar lainnya di habitat alami mereka. Petualangan ini berbahaya bagi wisatawan yang sendirian melakukan treking di hutan sehingga setiap perjalanan harus dibimbing oleh seorang pemandu yang berpengalaman.

Pastikan Anda memberitahu pemandu jika ingin melihat tanaman atau hewan tertentu. Harga untuk perjalanan treking termasuk makanan dasar, biaya pemandu, izin dan peralatan berkemah. Pastikan Anda juga meminta pemandu Anda untuk mengunjungi gua kelelawar.

Perjalanan treking menelusuri hutan malam hari ini, membutuhkah stamina fisik yang fit. Jika kondisi fisik kurang fit lebih baik melakukan treking selama beberapa jam dilakukan di siang hari. Anda dapat meminta pemandu untuk membawa Anda dalam perjalanan selama beberapa jam. Ada juga sejumlah perjalanan singkat sekitar Bukit Lawang yang tidak memerlukan pemandu atau izin.

Kemudian pada titik yang sudah disepakati, pulang jangan lagi berjalan kaki tetapi rasakan arus Sungai Bohorok dengan menggunakan perahu karet. Kegiatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan pemadu berpengalaman karena arus di sini sangat kuat.

Maka, jika Anda berencana untuk berkunjung ke Sumatera Utara, masukan objek wisata alam Bukit Lawang menjadi salah satu tujuan wisata Anda di Sumuatera Utara. Karena pengalaman trekking di tengah hutan sambil mencari keberadaan Orang Utan akan sulit Anda temukan di daerah lainnya selain di Bukit Lawang. Dan menakjubkan. menjelajahi hutan di sini adalah petualangan yang menkjubkan. Perjalanan melalui hutan yang rimbun akan mendebarkan dan Anda akan masuk dalam dunia baru.

Asiknya ber wisata ke Bukit Lawang, semoga dapat menambah referensi bagi Anda  dalam menyusun rencana kegiatan jika  ingin menikmati hari libur di wisata alam BUKIT LAWANG.

Sumber : http://duniakugo.blogspot.co.id